DWT Logo

Doctoral

Studio Perancangan I

Studio dasar yang melatih kemampuan membaca kondisi dan merumuskan proposisi desain pertama.


Description

Studio Perancangan I adalah mata kuliah inti yang memperkenalkan mahasiswa pada proses desain berbasis proposisi. Melalui studio ini, mahasiswa belajar membaca kondisi fisik-spasial, merumuskan TBPD yang dapat diuji, dan mengoperasikan relasi F–B–M dalam desain konkret.

Objectives

  • 01

    Memahami arsitektur sebagai disiplin yang berpikir dari relasi ruang dan dwelling manusia.

  • 02

    Mampu membaca kondisi fisik-spasial secara sistematis menggunakan KEPKA.

  • 03

    Mampu merumuskan Titik Berangkat Proposisi Desain (TBPD) yang argumentatif.

  • 04

    Mampu menjalankan proses eksplorasi desain melalui mode Bounded Freedom.

Learning Outcomes

  • 01

    Mahasiswa mampu menganalisis kondisi tapak dan program secara ontologis.

  • 02

    Mahasiswa mampu menyusun proposisi desain yang dapat diuji melalui lensa F–B–M.

  • 03

    Mahasiswa mampu menghasilkan rancangan yang memenuhi ambang minimum MNSS.

  • 04

    Mahasiswa mampu mempresentasikan dan mempertahankan argumentasi desain secara sistematis.

Course Structure

Week

Topic

1

Pengantar: Arsitektur sebagai Disiplin — OA dan OIA

2

Membaca Kondisi: KEPKA Level 1 dan 2

3

Merumuskan TBPD: Proposisi vs Program

4

Eksplorasi Mode Integrate

5

Eksplorasi Mode Push

6

Eksplorasi Mode Shift

7

Eksplorasi Mode Replace

8

UTS — Presentasi Proposisi Awal

9

Pengembangan Desain: F–B–M dalam Konfigurasi

10

Struktur Pelingkup dan Ambang MNSS

11

Rubrik AMSS: Evaluasi Kritis Diri

12

Revisi Besar berdasarkan Rubrik

13

Presentasi Draft Akhir — Umpan Balik

14

Finalisasi Desain dan Dokumentasi

15–16

UAS — Sidang Studio Final

Methods

Summary of methods used — click for full details.

TBPD

TBPD digunakan sebagai titik berangkat yang merumuskan mengapa desain ini ada dan apa yang diusulkannya. Setiap keputusan desain harus dapat dikembalikan ke proposisi awal.

See TBPD →
F–B–M

F–B–M menjadi lensa evaluasi: apakah Fungsi (kebutuhan biologis), Bentuk (konfigurasi spasial), dan Makna (stabilitas relasi) bekerja secara koheren dalam desain.

See F–B–M →
KEPKA

KEPKA digunakan untuk membaca kondisi tapak dan mengevaluasi hasil desain secara berlapis — dari properti elemen hingga makna relasional.

See KEPKA →

Studio / Assignment

Assignment Brief

Merancang sebuah hunian minimal untuk satu keluarga di lahan terbatas (lebar ≤ 6m) di lingkungan padat. Desain harus merespons kondisi fisik-spasial yang nyata dan mengusulkan solusi yang dapat diargumentasikan.

TBPD for Assignment

Proposisi desain harus menjawab: mengapa hunian ini dirancang demikian, apa yang diusulkannya dalam konteks lahan terbatas dan kepadatan tinggi, dan bagaimana ia merespons relasi F–B–M secara konkret.

Required Output

1) Gambar teknis lengkap (denah, tampak, potongan) skala 1:100 dan 1:50. 2) Diagram F–B–M. 3) Pernyataan TBPD tertulis 1 halaman. 4) Dokumentasi proses eksplorasi (10 langkah generatif). 5) Presentasi lisan 15 menit.

Exploration Process

10 Generative Steps

01

Membaca kondisi: survei tapak dan dokumentasi fisik-spasial.

02

Analisis KEPKA L1: identifikasi properti elemen-elemen kunci.

03

Analisis KEPKA L2: pemetaan relasi antar elemen.

04

Merumuskan draft TBPD pertama — pernyataan proposisi awal.

05

Eksplorasi skematik mode Integrate: cari kemungkinan koherensi.

06

Eksplorasi skematik mode Push: uji batas konvensional tipologi.

07

Eksplorasi skematik mode Shift: coba pergeseran hierarki ruang.

08

Eksplorasi skematik mode Replace: ganti elemen, jaga relasi.

09

Evaluasi 4 skema dengan lensa F–B–M — pilih yang paling stabil.

10

Pengembangan skema terpilih hingga memenuhi ambang MNSS.

Rubrics

MNSS

Desain harus memenuhi ambang Mudah (aksesibilitas dan sirkulasi), Nyaman (proporsi, cahaya, ventilasi), Sehat (material dan udara), dan Selamat (struktur dan evakuasi). Kegagalan pada satu aspek MNSS adalah kegagalan fundamental.

AMSS

AMSS (Ambang Minimum Spasial Sistem) mengevaluasi apakah sistem pelingkup yang dirancang membentuk relasi yang fungsional secara spasial — bukan hanya memenuhi standar teknis.

Assessment Rubric

Aspect

Description

Weight

Proposisi (TBPD)

Kejelasan, argumentasi, dan konsistensi proposisi desain.

20%

Pembacaan Kondisi

Kedalaman analisis KEPKA dan respons terhadap kondisi nyata.

15%

Eksplorasi Proses

Kelengkapan dan kualitas 10 langkah generatif.

20%

Kualitas Desain F–B–M

Stabilitas relasi Fungsi–Bentuk–Makna dalam desain akhir.

25%

Pemenuhan MNSS

Terpenuhinya ambang minimum keberhunian secara biologis dan orientasional.

15%

Presentasi & Argumentasi

Kemampuan mempertahankan proposisi secara lisan dan sistematis.

5%

Enter Class

Video not yet available. Follow the DWT YouTube channel.

YouTube DWT

Lecture Playlist